Infotainment

2 Seni Budaya Indonesia Yang Mendunia sampai saat ini

MAJANTARA – (25/12//2021) Mata Rajawali Nusantara

2 Seni Budaya Indonesia Yang Mendunia – Ada bermacam-macam ras di Indonesia, menurut data Sensus BPS 2010 tercatat lebih dari 1.430 ras. Ini membuat Indonesia kaya akan keragaman dan kesenian. Setiap suku bangsa memiliki ciri khas nya masing-masing, dan setiap suku memiliki kesenian yang berbeda-beda, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan manca negara dan menjadikan seni dan karya asli Indonesia banyak di gandrungi oleh negara lain.

Selain itu, beberapa orang telah menyaksikan budaya tradisional Tanah Air dalam proses melakukan penelitian terkait budaya dan adat istiadat tersebut, terutama para sarjana dari berbagai perguruan tinggi di luar negeri.

 

  1. BATIK

Batik adalah teknik pewarnaan tahan lilin di Indonesia berlaku untuk semua kain. Teknologi tersebut berasal dari pulau Jawa, Indonesia. Batik dapat di buat dengan gambar titik dan garis resistif gunakan alat semprot yang di sebut “miring” atau dengan mencetak braket dengan penutup tembaga. Lilin yang di aplikasikann tahan terhadap pewarna, jadi dengan merendam kain menjadi satu warna meng hilangkan lilin dengan air mendidih dan kemudian jika beberapa warna di perlukan lilin dapat digunakan kembali, sehingga memungkinan pengrajin untuk mewarnai secara selektif.

Batik adalah bentuk seni Indonesia kuno yang menggunakan pewarna tahan lilin pada kain. Batik Indonesia yang di buat di pulau Jawa memiliki sejarah yang panjang, dan corak nya di pengaruhi oleh berbagai budaya yang beragam dan tercanggih dari segi corak, teknologi dan kualitas pengerjaan nya. Batik sangat penting bagi masyarakat Indonesia dan banyak yang memakainya dalam kegiatan formal maupun rekreasi. Batik banyak di gunakan oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai upacara, upacara adat, hajatan, bahkan penggunaan sehari-hari.

Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi mengakui batik Indonesia (batik tulis (batik tulis) dan batik cap (batik cap)) sebagai mahakarya dari warisan lisan dan takbenda manusia, dan menyemangati bangsa Indonesia. Pemerintah Indonesia bertanggung jawab memelihara, menyebarluaskan, mempromosikan, dan mengembangkan karya batik. Sejak itu, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional (juga di kenal sebagai Hari Batik Nasional) setiap tanggal 2 Oktober. Pada hari tersebut masyarakat Indonesia akan mengenakan kain batik untuk memperingati tradisi kuno tersebut.

Di tahun yang sama, UNESCO juga mengakui: “Bekerjasama dengan Museum Batik di Pekalongan telah di lakukan pendidikan dan pelatihan. Batik warisan budaya tidak benda batik indonesia di tujukan untuk siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan SMK Kejuruan, merupakan warisan lisan dan takbenda. . Daftar mahakarya “manusiawi” dalam praktiknya dan juga Keamanannya bagus.

Kata batik berasal dari bahasa jawa. Berasal dari bahasa Jawa ambatik, tersusun dari amba, yang berarti “tulis, lebar atau besar”, dan tik atau nitik berarti “titik” atau “titik”. Istilah batik pertama kali di catat dalam bahasa Inggris di Encyclopedia Britannica pada tahun 1880, di eja batik. Hal itu di buktikan dalam berbagai bentuk di Nusantara pada masa penjajahan Belanda: mbatek, mbatik, batek dan batik. Batik Sunda adalah euyeuk, dan kain nya bisa di olah menjadi batik oleh pangeyeuk (pembuat batik).

Pewarnaan kain tahan lilin adalah bentuk seni kuno. Itu sudah ada di Mesir pada abad ke-4 SM dan di gunakan untuk membungkus mumi. Rami di rendam dalam lilin dan di gores dengan stylus. Di Asia, teknik ini di gunakan baik pada Dinasti Tang (618-907 M) di Cina dan Periode Nara (645-794 M) di Jepang. Di Afrika, ini pertama kali di terapkan oleh Yoruba di Nigeria, Soninke dan Wolof di Senegal. Namun, versi Afrika ini menggunakan tepung tapioka atau pasta beras atau lumpur sebagai pembatas dari lilin lebah.

Batik adalah tradisi kuno mewarnai kain tahan lilin di Jawa, Indonesia. Seni membatik sangat berkembang dan masih ada beberapa batik terbaik di dunia. Di Jawa semua bahan untuk proses nya mudah di dapat – kapas dan lilin lebah serta tanaman yang menghasilkan berbagai pewarna nabati. Lukisan batik Indonesia mendahului catatan tertulis: G. P. Rouffaer percaya bahwa teknologi tersebut mungkin telah di perkenalkan dari India atau Sri Lanka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, Arkeolog Belanda JLA Brandes dan Arkeolog Indonesia Sutjipto meyakini bahwa batik Indonesia adalah tradisi primitif, karena Torah Indonesia, Flores dan Hamahera bukanlah Daerah yang terpengaruh langsung oleh Hindu juga bersaksi tentang tradisi membatik.

2. ANGKLUNG

Angklung adalah alat musik multi-range (dual pitch) yang secara tradisional berkembang di masyarakat. Speak Sun di pulau barat Jawa. Alat musik ini terbuat dari bambu dan mengeluarkan bunyi dengan cara diguncang (bunyi tersebut disebabkan oleh benturan pipa bambu). Oleh karena itu, menghasilkan suara dengan frekuensi getaran 2, 3 nada, dan 4 nada untuk masing-masing ukuran kecil.

Angklung Indonesia ini telah diakui secara resmi oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budayanya. De Bunda atau warisan budaya takbenda. Serah terima resmi sertifikat dilaksanakan di Jakarta pada 19 Januari 2011. Taufik mengatakan Angklung sangat populer di luar negeri. Korea Selatan, Malaysia, Jepang, dan negara lainnya. Angklung diperkenalkan kepada anak-anak usia sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button