TeknologiUncategorized

Kapal Selam Buatan Anak Bangsa

MAJANTARA/”mata rajawali nusantara” (25/12/20211)

bppt.go.idd” : Akan memmperkuat ekositem inovasi wujudkan kapal selam buatan anak bangsa

Sebagai negara maritim, Indonesia harus memiliki Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Matra Laut yang handal dan memadai untuk menegakkan kedaulatan RI dan mengamankan wilayah perairan yurisdiksi Indonesia termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah lautan yang berbatasan dengan 10 negara. Jumlah armada kapal perang yang di miliki Indonesia tidak sebanding dengan luas nya wilayah perairan serta jumlah corong strategis yang harus dijaga, sehingga kebutuhan untuk penambahan kapal perang, khusus nya kapal selam sangat penting.

Kapal selam selam merupakan sebuah wahana unik yang mampu menghadapi ancaman konvensional maupun perang laut asimetris. Meskipun tersembunyi di bawah air namun mampu menghadapi ancaman permukaan dan peperangan terbuka konvensional, melakukan pengumpulan informasi intelijen, kontra-terorisme dan operasi pasukan khusus. Kebutuhan pengembangan ke arah kemampuan siluman (stealth), jangkauan yang jauh dan lama menyelam serta fleksibilitas yang tinggi, kemudian di batasi oleh ukuran dan biaya, maka kapal selam selam menjadikan sebuah proses desain yang inovatif.

Desain Kapal Selam 32 meter (KSM 32) menerapkan konsep desain spiral sebagaimana yang umum digunakan pada proses desain kapal-kapal permukaan sedangkan untuk kapal selam konsep desain spiralnya terbentuk tidak jauh beda dengan spiral desain kapal permukaan. Dalam konsep ini digambarkan sebagai proses desain yang dilakukan secara rigid, dilakukan secara berurutan dan berulang-ulang hingga dicapai desain yang optimal.

Kegiatan perencanaan KSM 32 diawali dengan studi untuk penyusunan konsep desain pada tahun 2016, kemudian dilanjutkan pada tahun 2017 melakukan preliminary design untuk platform dan Inner System hingga di tahun 2019. Kegiatan perancangan KSM 32 m ini merupakan salah satu strategi yang diterapkan dalam rangka penguasaan filosofi desain kapal selam, sebagai sasaran antara untuk penguasaan teknologi rancang bangun kapal selam yang lebih besar dan canggih  untuk memenuhi kebutuhan pertahanan lautan Indonesia.

Kapal selam adalah salah satu alat utama sistem senjata (alutsista) yang sangat strategis bagi suatu negara, berfungsi untuk pengamanan teritorial laut yang memberikan efek penggentar (deterrent effect) di wilayah kawasan sehingga dapat meningkatkan nilai kewibawaan dan berfungsi untuk memperkuat posisi diplomasi politik suatu negara.

“Di sinilah BPPT hadir sebagai lembaga Pemerintah. Ketika industri sudah bisa membuat kapal permukaan, BPPT harus selangkah lebih maju melaksanakan apa yang belum bisa di capai oleh industri, kemudian melakukan hilirisasi kepada para pelaku industri. Tujuannya agar Indonesia bisa mandiri,” tegas Deputi Wahyu.

Deputi Wahyu mengatakan BPPT tidak berhenti hanya sampai pengembangan Kapal Selam 32  Meter, namun ini merupakan sebuah milestone dari pengembangan teknologi industri pertahanan/alutsista, khususnya kapal selam modern.

Milestone-nya tidak langsung ke rancang bangun kapal selam 60 meter dengan operation dan requirement yang lebih tinggi. Alhamdulillah dari desain 22 meter yang dikembangkan bersama Balitbang Kementerian Pertahanan sudah ditingkatkan ke 32 meter untuk optimalisasi fungsi. Ini merupakan milestone bertahap,” ujarnya.

Dirinya juga menekankan apabila pemerintah ingin membangun prototype kapal selam, harus lengkap dan detail termasuk tahap mitigasinya. Prototype-nya juga harus memenuhi standar dan design requirement  dari pengguna, dalam hal ini misalnya TNI AL yang banyak memahami secara paripurna kebutuhan teknologi pertahanan bawah air.

“Harapan kami inovasi teknologi anak bangsa tidak kalah bersaing dengan produk luar, dikarenakan tidak sesuai dengan kebutuhan. Padahal ekosistem industri dalam negeri, bilamana diperlukan, dapat dipersiapkan untuk menyediakan kapal selam,” terangnya.

Ketika ditanya kapan Indonesia akan memiliki kapal selam buatan anak bangsa, dirinya optimis tahun 2029 atau 2030 bisa melakukan rancang bangun secara mandiri. Ini semua bisa dicapai dengan dukungan penuh kebijakan dan pendanaan dari pemerintah serta konsorsium industri kapal selam.

“SDM di BPPT sedang berproses meningkatkan kemampuan kompetensi untuk menguasai teknologi kapal selam. Perekayasaan dan alih teknologi dari negara maju diperlukan untuk percepatan. Mitra kami, PT PAL selaku industri diyakini juga sudah siap memproduksi untuk mendukung tugas serta peran TNI AL dalam mengamankan kedaulatan Indonesia di wilayah perairan,” pungkas Deputi Wahyu.

Kapal Selam 32 Meter BPPT

Desain Kapal Selam 32 Meter BPPT merupakan output dari Kegiatan Rancang Bangun Alutsista Kapal Selam BPPT pada tahun 2017-2019, bekerjasama dengan industri pertahanan dalam negeri.

Kegiatan pengembangan kapal selam ini merupakan sasaran antara (intermediate target) dalam rangka mencapai penguasaan teknologi rancang bangun dan rekayasa kapal selam nasional secara total, mencakup: perancangan, whole local production, dan MRO (maintenancerepair overhaul).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button